1. Rambut di Sisir
Saat pagi hari aku selalu merapihkan rambut ku dengan menyisirnya dan setelah itu aku selalu membersihkan rontokan rambut ku yang terdapat di sisir.
Saat malam hari sebelum aku tidur aku selalu merapihkan rambut ku juga tapi saat sebelum menyisir rambut, aku heran kenapa bisa terdapat rambut di sisir ku.
2. Diikuti
Aku selalu terbangun di tengah malam untuk pergi ke kamar mandi ataupun sekedar mengilangkan rasa haus. hari ini aku terbangun untuk pergi ke kamar mandi, setelah selesai membuang air aku akan kembali tidur tapi disaat aku akan pergi ke kamar tidur aku merasa ada yang mengikuti di belakang ku, bulu kuduk ku menjadi berdiri entah mengapa aku malah memperlambat langkah ku dan melihat ke luar jendela. akhirnya aku sampai di depan kamar aku buru - buru masuk dan mengkunci pintuku agar dia tidak bisa masuk.
3. Foto ku di Hp
Hari ini aku merasa kesepian karena orangtua ku sedang pergi dan aku juga anak tunggal. Aku sendiri di rumah, karena aku orangnya penakut maka aku mengunci semua ruangan di rumah ku. Malam ini aku tidur cepat karena tidak ada tugas yang perlu ku kerjakan, sebelum aku tidur handpone selalu ku letakkan di meja belajar. pagi hari begitu cerah aku langsung mengambil handphone di samping bantal ku dan saat aku membuka galeri di handphone aku sangat terkejut ada fotoku saat tidur dan pakaian itu yang ku kenakan saat ini.
4.
Rabu, 28 Februari 2018
Kamis, 22 Februari 2018
Humor
Isyeh Indah Sari
X OTKP 3
1. Tidak Gosok Gigi
X OTKP 3
1. Tidak Gosok Gigi
Si Petruk, anak SD kelas 1, selain juara 1 di kelasnya dia juga cukup ganteng.
Walau begitu, si Petruk punya satu kebiasaan buruk yang hanya diketahui oleh teman-teman sekelasnya. Kebiasaan itu adalah bahwa si Petruk sering tidak gosok gigi.
Walau begitu, si Petruk punya satu kebiasaan buruk yang hanya diketahui oleh teman-teman sekelasnya. Kebiasaan itu adalah bahwa si Petruk sering tidak gosok gigi.
(Suatu hari, ketika sang ibu wali kelasnya sedang mengajar).
Ibu guru: (Berhenti mengajar sejenak) “Petruk, tadi pagi tidak gosok gigi, ya?”
(Alangkah kagetnya si Petruk. Dia berpikir, siapa gerangan di antara kawan-kawan sekelasnya yang bercerita kepada ibu wali kelasnya perihal kebiasaannya ini)
Petruk: “Kok, ibu guru bisa tahu?”
Ibu guru: (Tersenyum) “Coba lihat, ada sisa sayur di gigimu.”
Petruk: (Mendengar jawaban ibu guru, berteriak dengan riang) “Kalau begitu, Ibu salah. Tadi pagi saya sarapan nasi goreng pake telor dadar. Terakhir saya makan sayur tiga hari yang lalu.”
2. Alasan Terlambat Sekolah
Dua orang anak SD yang nakalnya bukan main sebut saja Gareng dan Bagong.
Selalu terlambat masuk sekolah. Seribu alasan mereka buat,
Selalu terlambat masuk sekolah. Seribu alasan mereka buat,
(Hari ini mereka terlambat lagi).
Guru: “Gareng! Kenapa hari ini kamu terlambat lagi?”
Gareng: “Anu, anu, bu, semalam saya mimpi jalan jalan naik sepeda sama ayah
saya keliling kota.”
saya keliling kota.”
Guru: (Kesal) “Kalau kamu Bagong, kenapa kamu juga terlambat!”
Bagong: “Anu, bu, semalam saya mimpi ketemu Gareng sedang jalan jalan naik sepeda bersama ayahnya, ya udah bu, saya ikutan mereka keliling kota.”
Guru: “#$%^&*”
3. Bahasa Inggris
Dalam sebuah kelas Bahasa Inggris di kelas 3 SD tiba-tiba Omas bertanya pada gurunya,
Omas: “Miss, kalau bahasa Indonesianya Tomorrow apa?”
Guru: “Besok.” (Jawabnya singkat sambil memeriksa kertas ulangan murid-muridnya).
Omas: “Sekarang aja Miss.”
Guru: “Enggak bisa dong Mas, jawabannya besok.”
Omas: “Yah Miss, masa saya tanya satu kata aja dijawabnya besok?”
4. Ditanya Guru
Petruk yang duduk dibangku SD ditanya Bu Yati Pesek, Gurunya
Bu Yati Pesek: “Petruk, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu, kena satu tinggal berapa?”
Petruk: (Setelah berpikir sejenak) “Ga ada sisanya bu.”
Bu Yati Pesek: “Kenapa ga ada sisanya?”
Petruk: “Yang lain terbang semua karena kaget.”
Bu Yati Pesek: (Tersenyum bijak) “Yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara berpikir kamu.”
5. Patah Hati
Gareng adalah anak SD kelas satu selain juara di kelasnya, dia cukup ganteng juga lah. Dia punya satu teman sekolah namanya Oneng, si Oneng cantik dan manis.
Singkat cerita, Gareng jatuh hati sama si Oneng, ternyata Oneng juga punya hati ama Gareng. Suatu hari, karena kagak tahan lagi
Gareng: “Oneng, kamu tahu aku suka kepadamu. Sayang kita masih kecil, bila nanti kita udah dewasa, kita menikah ya!”
Oneng: (Dengan wajah yang memerah merona) “Reng, bukannya aku menolak, aku sih mau aja. Tapi dalam keluarga kami, kami hanya menikah sesama kerabat saja. Paman menikah dengan bibi, kakek menikah dengan nenek, dan bahkan papa menikah dengan mama. Kamu kan bukan kerabat aku Reng jadi gak bisa menikah kita besok.”
(Mendengar jawaban si Oneng, Gareng tidak masuk satu minggu karena patah hati).
6. Panggilan Buat Ibu
Dalam kelas baru murid sekolah dasar kelas 1. Seperti biasa terjadi kenal mengenal antara guru dan murid.
Guru: “Siapa nama kamu?”
Murid: “Nunung.”
Guru: “Kalau ibu kamu siapa?”
Murid: “Mama?”
Guru: “Maksud ibu, nama Ibu kamu?”
Murid: “Iya, Mama.”
Guru: “Okelah, bagaimana Ayah kamu panggil Ibu kamu?”
Murid: “Eh, monyet.”
7. Salah Do’a
Seorang anak kecil bernama Udin, hendak berangkat mengaji di masjid desa sebelah. Udin sudah tiba sebelum maghrib dan sholat maghrib disana. Kebetulan pelajaran hari ini adalah menghafal do’a sehari-hari. Dimasjid Udin diajarkan do’a sebelum makan dan berulang-ulang Udin dites hafalannya sampai lancar hafalannya.
Setelah selesai mengaji Udinpun pulang. Berhubung rumah Udin jauh dari tempat mengaji. Ia terpaksa pulang sendirian dan tibalah ia melewati rumah kosong yang terkenal angker.
Saat melewati rumah tersebut, langkahnya langsung terhenti saat didepannya ada bayangan putih berada tepat didepannya.
Persaan Udin tidak karuan, kaget campur takut. Ia pun bingung apa yang harus ia lakukan. Jika ia harus balik ke masjid, jaraknya sudah cukup jauh dan tidak memungkinkan untuk kembali. Terpaksa ia harus menghadapinya.
Akhirnya tanpa pikir panjang dengan terpaksa dan keberaniannya udinpun berteriak
“ALLAOHUMMA BARIKLANA PIMA ROZAQTANA WAQINA ADZAA BANNAR” (Do’a yang diajarkan ustadz tadi dimasjid)
Dan tidak disangka bayangan putih pun langsung lari dan berkata
“BUSYEET, SEUMUR UMUR JADI SETAN, BARU KALI INI GUA MAU DIMAKAN SAMA ANAK KECIL”
8. Berhitung
Bu Guru: “Siapa yang bisa berhitung?”
Semar: (Mengangkat tangan).
Bu Guru: “Benar kamu bisa berhitung?”
Semar: “Bisa Bu. Ayah yang mengajari.”
Bu Guru: “Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?”
Semar: “Empat.”
Bu Guru: “Bagus. Setelah enam?”
Semar: “Tujuh.”
Bu Guru: “Setelah sembilan?”
Semar: “Sepuluh.”
Bu Guru: “Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tau bagaimana mengajar
berhitung. Lalu setelah sepuluh?”
berhitung. Lalu setelah sepuluh?”
Semar: (Dengan senyum penuh keyakinan) “Jack, Queen, King & AS! bu.”
Bu Guru: “!@#$%^&*+”
9. Surat
Guru: “Kenapa kemarin kamu tidak masuk sekolah Reng?”
Bagong: “Sakit Bu.”
Guru: “Kenapa kamu tidak mengirim surat?”
Bagong: “Percuma bu guru.”
Guru: “Kenapa kamu bilang seperti itu?”
Bagong: “karena setiap saya mengirim surat, saya tak pernah mendapatkan surat
balasannya.” (Dengan lugunya).
sebuah kasus maling ayam yang hari ini sedang di di sidang dan turut mengundang saksi yang hadir di persidangan tersebut
ketua hakim~ kamu kenal dengan tersangka..?
saksi~ gak pak hakim..?
hakim ketua ~ , (mengulang) kamu gak kenal sama orang ini (sambil menunjuk tersangka)
Saksi ~kalau sama dia kenal , dia namanya hasan pak hakim ketua ....?
hakim ketua ~ ( sedikit kesal ) jadi kamu kenal dengan saudara hasan ...?
saksi ~ gak pak?
hakim ~ (mulai marah ) lho... katanya tadi kenal dengan tersangka ?
saksi ~ kalau hasan kenal ..kalau sama saudara hasan gak kenal ?
hakim~ lempar palunya dan meja @#@#@#@#@
Langganan:
Postingan (Atom)